Di dalam rumah di atas tebing

Aku ingin tinggal di sebuah rumah tebing
Dengan jurang pepohonan yang merabat di belakang
Dan jika aku turun ke bawah ada air terjun yang jernih
its life for me…..

Mungkin aku bisa memikirkan akan tinggal dengan seseorang
yang bisa aku pegang tangannya dan berkata semua akan baik baik saja
sambil menyajikan air hangat…
is it life, isnt it?

What a wonderfull life….

Seperti daun daun yang beterbangan
seperti langit yang membiru
seperti crux yang bersinar paling terang di selatan
Menikmati secangkir teh kehidupan
dibumbui keikhlasan dicampur kehangatan merica
Hanya memegang tangannya
Dunia seperti mimpi di dalam rumah di atas tebing….

Iklan

renungan

Hidupku berbeda dgnmu,
Jiwaku berbeda dgnmu,
Hatiku berbeda dgnmu,
Begitu pula arah jalanku melangkah,
Begitu pula harapan yang ada dalam diriku,

Tidak ada penyesalan kenapa berbeda
Tidak ada kata kata tidak lagii
Aku semakin menyadari kenapa segalanya harus berbeda
Perbedaan itu indah makanya saling mengerti adalah kebaikan
Dan semoga kau mengerti kebahagiaan setiap orang adalah berbeda beda
Sesuai dgn jalan yang akan ditempuhnyaaa….

sooo lonely

Sometime I feel so lonely
Thinking someone who never gone thinking of me
I never knew because I never try…
Love me or not…

Allah aku tahu Engkau menciptakan setiap rasa pada semua manusia…
Dan aku merasa sakit dengan perasaan ini…
Ingin menghindar
Menjauh
Tapi aku memikirkannya beberapa saat…
Ohh Allah betapa susahnya jalanku…
SeandaiNya aku hanya memikirkanMu saja…
Biarkan waktu yang akan menghapus perasaanku…
Biarkan Allah menentukan nasibku….

Mengubahku sesuai dgn kehendakNya

Thinking

Sebuah pemikiran merasukiku, benarkah? Semua pertanda itu menjadi bagian dari masa depan yang akan terjadi di kemudian hari…

Hari ini 1 Nov 2012 aku membaca koran dari mulai berita badai Sandi di Amerika, sampai kerusuhan antaretnis di Lampung, Tapanuli dan lain-lain. Otakku langsung freezee…neuron transmitter bergetar mengirimkan pesan pesan…benarkah Allahhh?
Akan terjadi chaos besar entah itu politik atau alam…dunia akan membentuk kembali keseimbangannya….
So what should i do?
Sekalipun mgkin akan terjadi,apakah aku akan berhenti dari melihat?
aq punya dua sisi dari diriku, berhenti atau berjalan….

Dinding itu semakin akan terbuka…aku tidak bisa membendungnya lagi…

Little house

Little house come to my mind
Spread their wings on my brain
Tiq tok tig tok
Should i buy you
Should i rebuild you
Should i move to you know

Up up up up and i just thinking of you
Fly away to the sky
Like rainbow after sunshine

Sang Lelaki

Seorang lelaki terdiam membisu diantara setumpuk kertas, menatap nanar pada lamunan masa lalu yang terus membayanginya sampai kini. Setiap kali ia bernapas, setiap kali ia menghirup udara yang dirasakannya hanya satu hal. Dia tidak bisa menceritakannya kepada siapapun, tidak bisa mengatakannya kepada siapapun, dia hanya terdiam dan sedikit demi sedikit hancur dalam lamunannya. Ia berujar mungkin dia telah gila.

Sakitnya bagai setiap tulang yang ada didadanya remuk tertindas aspal, perihnya bagai setiap ujung dadanya tertimpa timah panas peluru. Masa lalunya bagai derita sekalipun ia telah berganti dengan orang lain, dengan identitas baru dan kehidupan baru, dengan nafas baru dan pekerjaan baru. Semuanya baru, bahkan bau cat tempat tinggalnya masih selalu terasa baru. Tapi tidak hatinya, hatinya telah usang dan terkontaminasi oleh racun.

Lamunannya tersentak ketika seorang gadis  menyapanya dari balik jendela ruanganya. Membawakannya serantang makan siang . Dia membukakan pintu dan menatapnya dengan kasih tapi dia tahu, dia hanya berpura pura. Hatinya telah hilang bertahun yang lalu oleh seorang yang lain, seorang yang dia tinggalkan, seorang yang dia acuhkan, seorang yang tak tahu sekarang dia ada dimana, seorang yang mungkin telah ia bunuh diantara peluru yang tidak sengaja dia tembakkan malam itu dan terbakar bersama garangnya malam. Malam ketika kerusuhan itu terjadi, malam ketika apa yang dinamakan revolusi itu menggema. Malam ketika dia membulatkan tekad menentang orang-orang yang dia kasihi demi atas nama keadilan. Atas nama keadilan persamaan yang kembali ia pertanyakan sekarang ini, apakah ia benar2 seorang pejuang?. Rezim yang lama memang telah terganti tapi kini rezim yang baru juga telah tumbuh dan sama saja. Mereka berjuang atas mana keadilan persamaan tapi ujungnya saling memakan manusia lain. Dan dia lelah lelah dengan semuanya.

Gadis itu menarik lengannya dan menatapnya dengan senyum termanis, memberi isyarat  whats wrong honey? Dan dia tersentak memberikan senyuman tulus, penuh topeng berpura pura sekalipun perasaan sang gadis tidak bisa dibohongi tapi sang gadis terbuai oleh rasa cinta yang begitu buta. Bukankah cinta itu buta?. Sang lelaki kembali ke kehidupan nyata dan mencoba tak melamun lagi mencoba tak merasa lagi dia sudah lelah menyakiti.  Dan jam makan siang pun terlewat dengan sangat sempurna dengan sang gadis muda yang begitu ceria dan bersahaja.

Sang lelaki kembali bernapas di dunia nyata, kembali  hidup dan mengerjakan pekerjaan kantornya yang tertunda.  Namun bayangan itu tetap menghantuinya seumur hidupnya. Kini ia bekerja siang malam tanpa henti demi kejayaan perusahaan yang telah mendunia memonopoli semua usaha di lini lainnya dengan nama anak cabang. Tanpa rasa kasih mencaplok sana sini dan membiarkan limbahnya kesana sini. Tak ada lagi rasa keadilan, persamaan,dan hak, laki laki itu pun kini tak peduli. Siapa yang peduli ketika kau berjuang keras tapi nyatanya tak ada perubahan. Perubahan yang ada hanya titik noda bekas rasa sakit akan masa itu ketika kekasihnya adalah anak dari pejabat yang berkuasa saat rezim lama berlangsung. Yang ada hanya rasa sakit dan ketika orang tuanya adalah pembela rezim lama. Dan bagi mereka ia adalah pemberontak.