Berjalan sendiri

IMG_9040Lebih sedih manakah tidak punya teman atau punya teman yang tidak memahamimu
Lebih sedih manakah hidup sendiri atau menikah dengan orang sama sekali kamu tidak suka dan harus bertahan hidup dengannya
Lebih sedih manakah tinggal di dalam sanggar atau tinggal serba kekurangan
Lebih sedih manakah menjadi wanita jalang daripada menjadi wanita suci
Lebih sedih manakah menjadi biksu atau menjadi raja
Lebih sedih manakah tidak mendapatkan kesempatan dengan yang mendapatkan kesempatan
Lebih sedih manakah menjadi pohon atau menjadi binatang
Lebih sedih manakah ditinggal mati anak atau ditinggal mati istri
Lebih sedih manakah tidak bisa bicara atau tidak punya kesempatan bicara
Lebih sedih manakah dikutuk atau mengutuk
Lebih sedih manakah diputus atau memutuskan
Pada ujungnya cuma ada satu masih adakah rasa syukur dihatimu
Masih adakah rasa bahagia walau sebutir di hatimu
Sebuah cerita selalu berhenti dan tidak pernah mati
Mengalir dan mengalun dalam nafas membuatku memahami segala sesuatu harus berjalan
Pada dasarnya manusia akan mati dan berjalan sendiri
Menjadi mensyukuri dan meneguhkan hati begitu susah
Tapi kedamaian hanya didapat dengan syukur dan menjalaninya dengan nikmat
Inilah hidup yang harus dijalani

Iklan

Why people being stupid

Why stupidity come ..
because we didn’t listen
Because we didn’t believe ourselves
Because you are not yourself
Because you think yourself lower

Sepasang sepatu

sepasang sepatu

panah dan busur

tertata rapi

tersusun dalam memori

merapikan baju

memasang tali pengaman

 

menutup mata

menghembuskan napas 

memikirkan kembali ketetapan tujuan

 

Tuhan aku akan maju dan tak akan mundur

aku sudah mengambil keputusan

Tuhan bantulah aku

hidup dan matiku milik Engkau wahai Sang Penguasa

 

lalu dia pergi

dalam alunan hati sang jiwa

demi apa yang diyakininya

apa yang dia percaya sebagai kebenaran

sekalipun kebenaran itu sangat absurb

tak dia mengerti sama sekali

 

seorang jiwa yang menghilang

dengan hati yang membaja

 

akankah dia kembali

wahai pemanah keyakinan

 

sepasang mata mengintip

menatap tubuh yang semakin menghilang

 

menangisi bekas sepatunya

 

(abad 14 SM)

 

 

Tuhan akan menjaga orang orang baik

Tuhan akan menjaga orang orang baik….
tidak perlulah aku khawatir aku tidak menjaganya….
karena kekuasaan Tuhan sangat luas
karena Maha luasnya melebihi apa yang kau pikirkan

orang orang baik selalu dibawah perlindunganya
terhindar dari segala keburukan
sekalipun keburukan itu datang begitu cepat
dan seakan menghembuskan taringnya
bagai bayang bayang yang berlari supersonik……

dan sekalipun aku ingin ikut menjaga orang orang baik itu dan mengorbankan diriku……
tapi hatiku berkata itu tidak bijak…..
karena kau seperti tidak percaya Tuhan akan menjaga orang-orang baik……
dan ada rasa keraguan….
padahal Tuhan menjaga janjiNya
Dia akan menjaga orang orang baik
dengan Kemaha Keadilannya….
percayalah itu …..
tidak perlu lagi kau khawatir….
serahkanlah urusanmu padaNya…
dan berdoalah Tuhan akan menjaga orang orang baik….

amien…

Anak anak keturunan para Dewa

anak anak keturunan para dewa

melintas dunia dan menjadi bagian dari alam semesta

menciptakan mimpi dan dunianya

 

anak anak keturunan para dewa melupakan leluhur

menjadikan diri Tuhan

lupa akan dirinya

 

anak anak keturunan para dewa

saling menumpahkan darah dan jiwa

tak mengerti mengapa mereka menjadi ingin nomor satu

 

anak anak keturunan para dewa

lelah dan ingin pulang

mencari kembali sisa-sisa yg pernah tersisa dr bayang bayang leluhurnya

 

anak anak keturunan para dewa

hidup damai dalam impiannya

Blessing

I am bless as always

Thank you for give me life Allah

So I know You

So I love You

Thank you for take care of me for all this years

Give me things to thought about

I am wonder so much about this life

I am Afraid so much

Sometimes I just want to hold my breath and go way far far away

And hide my self

But I know I never be able to hide from You

 

Kehidupan tekanan di dalam kantor

Menganalisis factor stress yang dialami oleh karyawan atau pegawai dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut

  1. Tertekan dengan atasan

    Atasan yang cerewet, banyak menuntut dan memberikan pekerjaan yang bertubi tubi tanpa pertimbangan kemampuan staf atau atasan yang hanya memperhatikan seseorang dari beberapa stafnya saja sangat mempengaruhi psikologis bawahan. Begitu juga atasan yang memberikan pekerjaan monoton pada staf tertentu saja akan membuat staf menjadi jenuh dan tidak semangat kerja sehingga membuat staf kurang produktif. Apalagi atasan yang meminta kita melakukan pekerjaan manipulasi data atau sesuai yang tidak seharusnya kita lakukan.

  2. Tertekan dengan atasan lain

    Hal ini bisa terjadi jika atasan lain satu ruangan dengan atasan langsung, tetapi mempunyai pengaruh yang sangat besar. Atasan lain ikut mengambil keputusan terhadap segala hal yang terkait dengan stafnya sendiri dan staf lain, tetapi memberikan kesempatan dan kesejahteraan yang lebih besar kepada staf sendiri.

  3. Tertekan dengan teman 1 bagian

    Teman satu bagian yang terlalu malas, ataupun overacting dan bersifat bossy membuat pekerjaaan menumpuk.

  4. Tertekan dengan teman bagian lain dalam 1 divisi

    Teman bagian lain yang sering kali bekerja bersama sama sering kali membuat stress dengan segala macam pemikirannya yang mendua, hanya mencari aman saja. Kadang menusuk dari belakang atau seakan bersifat membela namun dibelakang berbicara berbeda. Hanya kalau perlu saja teman tersebut akan bersifat baik dan biasanya mereka seakan teman tetapi lebih ambisius. Yang lebih menyakitkan adalah mereka selalu merasa lebih baik dan lebih berguna dengan menganggap pekerjaan kita tidak berguna dan membicarakan kita dibelakang orang lain dan bagi mereka kita hanya penggembira.

  5. Tertekan dengan outsource

    Pada beberapa organisasi atau perusahaan yang belum menetapkan aturan khusus mengenai outsource sering kali mereka lebih dominant atau sesuka hati sendiri dalam bekerja. Beban berat justru dirasakan oleh pegawai tetap karena outsource tidak mau bekerja sama atau tidak mau mendukung pekerjaan dimana yang seharusnya mereka ditempatkan.

  6. Tertekan dengan teman lain satu divisi

    Seringkali berita berita tentang divisi lain begitu memekakan telinga. Kekompakan dan keharmonisan mereka seakan berbeda dengan di bagian kita. Kita berusaha mengutuki diri sendiri mengapa kita tidak menjadi seperti mereka atau mengaa dulu kita tidak ditempatkan di divisi mereka.

  7. Tertekan dengan atasan diatas atasan langsung (atasan Divisi)

    Terkadang pembuat keputusan dalam berbagai hal bukanlah atasan kita langsung tetapi atasan lain diatas atasan kita. Keputusan yang diambil kadang tidak masuk akal atau sangat tidak tanggap dan berbeda dengan kenyataan yang terjadi. Yang akhirnya menjadi omongan bahwa divisi kita kurang respon dan tidak punya pekerjaan

     

     

     

Menurut anda kira kira berapa persen presentasi tekanan dari 7 poin penyebab diatas pada kehidupan perkantoran anda?, untuk saya presentasi tekanannnya sesuai dengan chart di bawah

Selama ini cara yang saya lakukan untuk menanggulangi perasaan tertekan tersebut adalah

  1. Berpaling kepada Allah

    Berdoa dan beribadah membawa energy positif untuk saya untuk selalu bertahan dalam kondisi apapun

  2. Berpaling pada teman selain kerja

    Sekadar hangout dengan teman teman lama selalu memberikan energi positif selain menambah pengetahuan dan memperluas silahturahmi

  3. Berpaling pada keluarga

    Keluarga adalah hal yang paling indah jika tercipta keharmonisan dan kebersamaan dalam menghabiskan liburan bersama

  4. Membatasi waktu dengan teman sepekerjaan

    Professional dalam pekerjaan dan membatasi kehidupan personal dengan teman kerja merupakan hal yang baik untuk menghindari tercampurkan perasaan perasaan yang tidak diinginkan

  5. Mengerjakan mimpi masa depan

    Mengejar mimpi untuk sekolah atau yang lain akan membuat kita seakan lebih baik dalam berpikir positif

  6. Pindah kerja atau wirausaha

    Jika mempunyai kesempatan memperoleh dana atau tempat kerja yang lebih baik jangan segan untuk menciptakan jalan lain pindah kerja atau wirausaha. Menjadi bos untuk diri sendiri adalah lebih baik bagi anda yang bersifat bossy atau pindah kerja ke lingkungan yang lebih positif akan menciptakan kedamaian yang indah.

Bagaimana menurut anda ? apakah factor factor tersebut mempengaruhi kehidupan pekerjaan anda??

Perjalanan Pemalang ke Dieng

Mengisi liburan lebaran 1435 H, kami (Keponakan dan saya) pergi ke Dieng dari Pemalang. Titik berangkat kami ambil dari jalur Pekalongan. Melalui Banjardawa-Jebet-Gondang-Sikuang-Karangtalok-Bodeh-Kesesi-Kajen-Linggo Asri-Paninggaran- Kali Bening-Wanayasa-Batur-Dieng.

Jalan dari Banjardawa ke Kesesi lumayan kondisinya, dengan beberapa jalur yang rusak. Sedangkan mulai Linggo Asri ke Dieng penuh liku-liku dengan belokan yang menanjak dan menurun sampai membuat kaki gemetar apalagi ditambah dengan beberapa akses jalan yang rusak parah. Perasaan gemetar tidak bisa hilang begitu saja padahal saya hanya membonceng keponakan yang super kendel dan hebat nyetir motornya (padahal perempuan) .

Sedangkan jalan pulang dari Dieng ke Pemalang kami mengambil arah selatan sedikit memutar untuk kembali, kami tidak sanggup lagi jika harus pulang melalui Linggo Asri Paninggaran yang penuh liku dan tanjakan. Start dari penginapan (Home stay Dieng Pass) kami ambil jalur Wonosobo – Banjarnegara-Burbalingga- Bobotsari-Belik-Pemalang. Jalur ini lebih datar dan lebih manusiawi (ga buat gemeter kaki ) dengan kondisi yang lebih bagus dibanding lewat Linggo Asri.

Saya sempat searching beberapa tempat penginapan, akhirnya menginap di Dieng Pass homestay –musim liburan penginapan di Dieng cepat penuh dan harganyanya melambung naik. Standar yang biasanya 200 rban menjadi 250rban. Bahkan makanan pun naik harganya (berkah lebaran untuk pedagang kali yaa…hehehehe). Pastikan untuk memesan penginapan terlebih dahulu kalau musim liburan.

Udara di Dieng sangat dingin, dari handphone terukur 17 derajat dari dalam kamar hotel, mungkin akan lebih dingin jika diluar. Sesampainya di dieng kami hampir setiap malam tidak keluar kamar karena sangat dinginnya.

Tadinya rencananya wisata kami 4 hari di Dieng namun ternyata 2 hari saja cukup untuk mengelilingi objek wisata di Dieng. Ada beberapa objek wisata yang tidak kami kunjungin karena jalan yang rusak dan kendaraan kami tidak memmungkinkan untuk menuju lokasi tersebut (sayang sekali L). Kalau pakai motor janganlah bawa motor matic karena kondisi jalan di Dieng yang sangat menanjak.

Berikut catatan perjalanan kami :    

Hari ke 1 — kami berangkat dari Pemalang Ke Dieng. Waktu perjalanan hampir 6,5 jam karena diselingi oleh istirahat dan perasaan gemetar karena jalan yang berliku liku.

Hari ke 2 —- start jam 8 pagi kami keliling objek wisata sbb

Telaga warna

Terkecoh untuk membeli karcis terusan (red edisi lebaran-@18.000) di jalan yang searah dengan pintu masuk Telaga Warna, ternyata bukan karcis masuk ke Telaga Warna tetapi ke objek lain, ya sudah lah sudah dibeli, tetap bisa digunakan di objek lain (Candi Arjuna, Kawah Sikidang dan Dieng Teater), Akhirnya kami beli karcis lagi seharga @7500.

Telaga warna kondisi air permukaan danaunya berwarna hijau, sejuk dan asri. Saat kami menyusuri jalan setapak ternyata objek telaga warna menyambung dengan objek telaga pengilon dan kumpulan goa goa ( Goa Jaran, Goa Pengantin, Goa Semar, Goa Sumur). Biasanya Goa Goa ini dijadikan tempat pertapaan oleh karena itu pintu masuk goa dikunci dan pengunjung hanya bisa melongok dari luar.

Sebenarnya karcis Telaga warna bisa buat banyak objek wisata, tapi sayang jalan yang menuju telaga pengilon becek dan rusak sehingga kami memutuskan tidak kesana.

Jika jeli ternyata dari telaga warna ada jalan menanjak(dekat toilet) melewati hutan kecil kita bisa langsung ke Dieng Plateu Teater. Wah bisa hemat ga perlu beli tiket neh

Kawah Sikidang

Yang paling menarik dari objek wisata ini adalah adanya penjual yang berjualan makanan tradisional dan sayuran di area akses masuk ke kawah. Apalagi yang jual batu belerang –mantap—belerangnya berwarna hijau tua yang sudah mengkristal waahhh—sangat-sangat tergodaa

Candi Arjuna

Candi arjuna terletak berhadapan dengan museum Kailasa, dan 1 komplek dengan candi Gatotkaca, Srikandi, dan candi candi lainnya. Komplek candi candi ini menyambung dengan dengan Telaga Balekambang. Ketika kami kesana suasana sungguh sangat tidak menyenangkan karena di komplek candi ada pasar tumpah dengan hiburan komedi putar yang sangat mengganggu suaranya.

Sumur Jalatundra

Ada suatu yang unik di sini dengan adanya banyak pedagang yang menjual batu di gardu pandang ke sumur —seribu dua-seribu dua—ayok siapa yang bisa melempar melewati sumur dan mengenai dinding sumur seberang akan terkabul impiannya—-J). Menurut legenda sumur ini tembus ke laut Pantai selatan

Kawah Sileri

Pemandangan seperti danau yang beruap panas ditengah areal kebon kentang sangat mempesona. Kita dapat mendekati bibir kawah jika tahan terhadap bau gas belerang yang menyengat

Telaga Merdada

Telada yang tenang ditengah areal kebon kentang, ada beberapa kapal motor yang bisa mengajak kita berkeliling danau.

 

Hari Ke 3

Puncak Gunung Sikunir dan Telaga Cebong

Hal paling indah kami rasakan adalah ketika kami sampai di atas puncak sikunir dan melihat sinar matahari pecah dari atas bukit—Amazing— dengan perjalanan menanjak menuju bukit di mulai dari jam 4 pagi bersama ribuan orang menyaksikan matahari merekah. Turun dari puncak sikunir kita bisa melihat telaga cebong. Banyak orang yang ternyata mendirikan tenda di sebelah telaga –benar benar backpacker sejati. Diperlukan semangat yang luarbiasa dan tenaga yang kuat untuk dapat mendaki puncak sikunir. Dan ternyata ada beberapa spot dipuncak sikunir untuk melihat sunrise.

Yang tidak kami tahu dan tidak dapat informasi sebelumnya di internet ternyata desa sembung tempat Bukit Sikunir, Tegala Cebong dan Curug Sikarim merupakan desa tertinggi di jawa. Banyak sekali homestay berada di desa ini untuk memasuki kawasan ini kita harus membayar karcis masuk Rp 5000.

Curug Sikarim

Mumpung masih di Desa Sembungan kami memutuskan jalan kaki ke Curug Sikarim, karena jalanan rusak dan kendaraan kami tidak bisa melewatinya. Tapi kami sungguh kecewa karena kami tidak sampai ke Curug dikarena jarak yang jauh dan jalan yang sangat sepi.

Luk Bima Lukar

Situs kuno yang merupakan tuk air, sampai sekarang masih digunakan warga untuk keperluan sehari hari.

Hari ke 4

Kami pulang ke Pemalang

Selama di Dieng tidak ketinggalan kami wisata kuliner, mulai dari opak khas Dieng, Carica, Mie Ongklok, keripik jamur, tempek kemul, kentang goring yang makyus, samapai purwaceng. Yang paling berkesan adalah purwaceng — minuman ini bener sangat enak terutama purwaceng susu nya mantap sekaligus membuat hawa hangat seperti jahe.

Tidak ketinggalan kami membeli oleh oleh untuk kaos banyak sekali yang berjual kaos I love Dieng, sepanjang jalan kita bisa menemukan beberapa Distro dengan kualitas yang baik ataupun kaos kualitas biasa yang dijualbelikan. Di Homestay dieng pass tempat kami tinggal juga menjual kaos dan souvenir lainnyaa. Harganya bervariasi mulai 20 ribuan sampai 85 ribuan.

Biaya dalam perjalanan :

Penginapan 3 hari x 250.000 = 750.000

Tiket –tiket

Telaga warna = 7.500

Tiket terusan Kawah Sikadang Canding Arjuna Dieng Teater =18.000

Sumur Jalatundra = 5.000

Telaga Merdada = 5.000

Kawah Sileri = 5.000

Desa Sembungan = 5.000

Parkir parker 20 x 2000 = 40.000

 

 

Pamanku

Hari itu aku tak tahu akan seperti ini..

pamanku menjemputku di stasiun

aku tak mau bersalaman dengannya karena kita biasa bercanda

tapi…keesokan harinya ternyata hari terakhir di bumi buat kita bertemu…
……
Maret 2012

Merindukan Rumah

mengapa kau merengut?
aku merindukan rumahku….

dimana rumahmu?
aku tak tahu…

apa yang kau ingat dari rumahmu?
baunya….manis seperti gula, seperti rempah rempah seperti …ehm…aq tak bisaa menjabarkannyaa…dan aku tahu rumahku sangat jauh dari sini…

aku tidak tahu apakah aku bisa pulang atau tidak…aq hanyaa merindukan rumahku….aq ingin pulang…

tapii entahh dimana rumahku..seandainya adaa tangga ke sana…

Allah maafkanlah aku….maafkanlah aku…semoga Engkau mengampuni aku …
karena aku ingin cepat pulang…

aku akan mengimani waktu sampai pada akhirnya Sang Pemilik mengizinkanku pulang…